Gunung Merapi mungkin akan segera meletus, otoritas Indonesia tingkatkan waspada gunung berapi, SE Asia News & Top Stories

Gunung Merapi mungkin akan segera meletus, otoritas Indonesia tingkatkan waspada gunung berapi, SE Asia News & Top Stories


JAKARTA (THE JAKARTA POST / ASIA NEWS NETWORK) – Pihak berwenang Indonesia meningkatkan status waspada Gunung Merapi pada Kamis (5 November) karena peningkatan aktivitas vulkanik yang mereka katakan dapat segera menyebabkan letusan, yang dapat mempengaruhi daerah pemukiman di Yogyakarta dan Tengah. Jawa.

Status gunung berapi tersebut telah ditingkatkan menjadi siaga (jaga), atau tingkat tiga dari sistem empat tingkat negara itu, dari tingkat dua, waspada (penasehat) sebelumnya.

“Potensi bahaya adalah lava yang keluar dari gunung berapi, dengan material vulkanik dan awan abu panas menyembur sejauh 5 km,” kata Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) dalam keterangannya, Kamis.

Daerah yang mungkin terkena dampak letusan meliputi Kabupaten Cangkringan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kabupaten Dukun di Magelang, Kabupaten Selo di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Kemalang di Klaten, Jawa Tengah.

BPPTKG mendesak agar kegiatan penambangan di sungai-sungai yang berada di dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dihentikan – atau dalam radius 3 km dari puncak gunung berapi – dan menyerukan kegiatan pariwisata di daerah tersebut, termasuk hiking ke puncak Gunung Merapi. , untuk ditangguhkan.

Pusat itu juga meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mempersiapkan potensi letusan.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida sebelumnya mengatakan Gunung Merapi bisa saja mengalami letusan efusif, yang berarti lava pijar yang mencair akan terus mengalir menuruni lereng gunung tersebut. Namun, dia juga mengatakan ada kemungkinan terjadi letusan eksplosif, di mana proses ekstrusi magma akan terjadi dengan cepat.

“Hanya saja jika letusannya merupakan letusan eksplosif, kekuatannya tidak akan sama dengan letusan tahun 2010. Tapi baik bersifat efusif maupun eksplosif, letusan Merapi harus diantisipasi,” kata Hanik dalam webinarnya, Rabu, saat dihubungi. dikutip dari Tempo.co.

BPPTKG telah menyempurnakan sistem penyiarannya yang akan segera diluncurkan untuk seluruh masyarakat yang tinggal di KRB III, khususnya para kepala dusun. “Kalau ada perkembangan aktivitas (vulkanik), (kepala dusun) akan mendapat informasi langsung dari BPPTKG,” ujarnya.

Hanik melanjutkan, BPPTKG telah membentuk tim khusus untuk mengawal proses komunikasi kepada warga dan memutus birokrasi dalam penyebaran informasi.

“Untuk barak evakuasi, jalur evakuasi, serta ketahanan warga, semuanya sudah siap,” imbuhnya.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario mitigasi letusan sejauh 9 km menuju Kali Gendol di Sleman.

“Saat ini sudah ada 35 barak evakuasi yang siap dengan jalur evakuasi pendukung yang memadai,” ujarnya.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Letusan tahun 2010 menyebabkan lebih dari 300 orang tewas dan memaksa hampir 400.000 orang mengungsi. Gunung berapi tersebut terus bergemuruh, memuntahkan abu panas dan material vulkanik dalam serangkaian letusan selama dekade terakhir.


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author