Ketentuan legislatif dibuat untuk memastikan tidak ada beban yang tidak semestinya pada tuan tanah yang meneruskan potongan pajak properti, Berita Politik & Cerita Teratas

Ketentuan legislatif dibuat untuk memastikan tidak ada beban yang tidak semestinya pada tuan tanah yang meneruskan potongan pajak properti, Berita Politik & Cerita Teratas


SINGAPURA – Peraturan baru akan memastikan “tidak ada beban yang tidak semestinya” pada tuan tanah komersial ketika mereka memberikan potongan pajak properti wajib kepada penyewa, kata Menteri Keuangan Kedua Lawrence Wong di Parlemen, Selasa (3 November).

Ketentuan yang disahkan berdasarkan Undang-Undang Covid-19 (Tindakan Sementara) pada hari Selasa memastikan bahwa pembebasan sewa yang diberikan tuan tanah kepada penyewa di bawah kerangka bantuan sewa juga dianggap sebagai bagian dari kewajiban mereka.

Menggambarkan bagaimana amandemen akan menguntungkan tuan tanah, Mr Wong mengutip contoh perubahan penyewa di pertengahan tahun, dengan satu menghentikan hunian mereka pada Juli dan yang lain mengambil ruang dari Agustus.

Jika penyewa pertama adalah usaha kecil dan menengah (UKM), pemilik properti harus membebaskan hingga empat bulan sewa dari April hingga Juli di bawah kerangka bantuan sewa.

Pemilik kemudian akan memenuhi kewajibannya untuk meneruskan manfaat potongan pajak properti, yang mencakup sekitar 1,2 bulan sewa, serta beberapa hibah tunai, kata Wong.

Tetapi di bawah peraturan rabat pajak properti yang ada, tuan tanah juga akan diwajibkan untuk meneruskan keuntungan dari potongan pajak properti kepada penyewa kedua, proporsional menjadi sekitar 0,5 bulan, jelasnya.

“Ini bukan hasil yang diharapkan. Ini karena pemilik telah membebaskan empat bulan sewa untuk Penyewa A di bawah kerangka keringanan sewa dan menyerahkan manfaat potongan pajak properti kepada Penyewa A. Jadi, pemilik tidak perlu meneruskan keuntungan dari potongan pajak properti kepada Penyewa B.

“Karena itulah RUU memberikan regulasi yang dibuat secara retrospektif, untuk memastikan bahwa posisi ini dipertahankan,” kata Wong.

RUU tersebut juga memungkinkan dibuatnya peraturan yang memungkinkan pemilik untuk mendapatkan kembali kelebihan jumlah dari penyewa kedua jika dia telah memberikan manfaat dari potongan pajak properti, tambahnya.

Rincian peraturan akan diberikan melalui undang-undang anak perusahaan dan di situs web Inland Revenue Authority of Singapore jika sudah siap, kata Wong.

Potongan pajak properti diumumkan sebagai bagian dari langkah-langkah anggaran pada bulan Februari dan ditingkatkan pada bulan Maret, di mana pemilik properti non-residensial diberikan antara 30 persen hingga 100 persen dari potongan pajak properti yang terhutang.

Di bawah kerangka bantuan sewa, hibah tunai juga diberikan kepada pemilik properti yang memenuhi syarat yang diminta untuk memberikan keringanan sewa kepada UKM yang memenuhi syarat dan penyewa organisasi nirlaba.


Dipublikasikan oleh : Togel Singapore

About the author