Korea Utara membangun dua kapal selam, satu mampu menembakkan rudal balistik: Anggota parlemen, East Asia News & Top Stories

Korea Utara membangun dua kapal selam, satu mampu menembakkan rudal balistik: Anggota parlemen, East Asia News & Top Stories


SEOUL (REUTERS) – Korea Utara sedang membangun dua kapal selam baru, termasuk satu yang mampu menembakkan rudal balistik, kata seorang anggota parlemen Korea Selatan pada hari Selasa (3 November), setelah pengarahan tertutup oleh Badan Intelijen Nasional Selatan.

Korea Utara memiliki armada kapal selam yang besar tetapi hanya satu kapal selam eksperimental yang mampu membawa rudal balistik.

“Salah satu kapal selam yang sedang dibangun Korea Utara dapat membawa rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam (SLBM),” kata Ha Tae-keung, anggota parlemen partai oposisi di komite intelijen parlemen, kepada Reuters. “Satu adalah Kelas Romeo yang dimodifikasi dan yang lainnya adalah ukuran sedang-besar baru.”

Korea Utara telah dikenai sanksi Dewan Keamanan PBB sejak 2006 atas program rudal nuklir dan balistiknya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump telah bertemu tiga kali sejak 2018, tetapi gagal membuat kemajuan dalam seruan AS kepada Pyongyang untuk menyerahkan senjata nuklirnya dan tuntutan Korea Utara untuk diakhirinya sanksi.

Pada Juli 2019, media pemerintah menunjukkan Kim sedang memeriksa kapal selam besar yang baru dibangun. Sementara Korea Utara tidak mendeskripsikan sistem senjata kapal selam, para analis mengatakan ukuran kapal yang jelas mengindikasikan bahwa kapal itu dirancang untuk membawa rudal.

Belakangan tahun itu, Korea Utara mengatakan telah berhasil melakukan uji tembak SLBM baru dari laut, dan bulan lalu memamerkan desain SLBM baru selama parade militer di Pyongyang.

Janji Kim untuk mengungkap senjata strategis baru tahun ini juga menimbulkan spekulasi bahwa Korea Utara dapat segera mengerahkan kapal selam rudal balistik yang operasional.

Korea Utara meluncurkan total 76 rudal balistik antarbenua dalam sembilan jenis berbeda pada parade militer pada 10 Oktober, yang memamerkan senjata jarak jauh negara itu untuk pertama kalinya dalam dua tahun, kantor berita Yonhap melaporkan, mengutip Ha.

Senjata yang dipamerkan tahun ini adalah yang terbesar dari semua skala parade militer sebelumnya, katanya.

Anggota parlemen itu juga mengatakan ada bukti tidak langsung yang menunjukkan bahwa Kim telah memerintahkan penyelidikan terhadap pasukan Korea Utara yang menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hilang pada akhir September, Yonhap melaporkan.

Korea Utara pekan lalu mengatakan penembakan pria Korea Selatan di perairannya bulan lalu adalah tindakan pertahanan diri di tengah kekhawatiran tentang virus corona.


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author