Malaysia mengatakan penguncian total 'tidak perlu' meskipun kasus virus korona tiga kali lipat sejak awal Oktober, SE Asia News & Top Stories

Malaysia mengatakan penguncian total ‘tidak perlu’ meskipun kasus virus korona tiga kali lipat sejak awal Oktober, SE Asia News & Top Stories


KUALA LUMPUR – Meskipun kasus Covid-19 meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 35.400 di Malaysia sejak 1 Oktober, pemerintah menolak “penguncian total”, dengan mengatakan telah mempelajari cara mengekang virus corona dengan tindakan yang ditargetkan.

Negara itu melaporkan 1.032 infeksi baru pada Rabu (4 November), sehingga total menjadi 35.425 dan jumlah kematian menjadi 271.

Menteri di Departemen Perdana Menteri (Fungsi Khusus) Mohd Redzuan Md Yusof mengatakan pada hari Kamis (5 November) bahwa “tidak perlu” untuk menerapkan kembali perintah kontrol pergerakan nasional (MCO), karena negara sekarang berada pada tahap pemulihan dan secara progresif membuka kembali sektor ekonomi dan sosial dengan langkah-langkah keamanan yang diterapkan.

“Penguncian total tidak diperlukan karena kami sekarang berada pada tahap pemulihan dengan kebijakan keluar.

“Penanganan krisis negara telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mencegah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik terbebani dengan jumlah kasus yang tinggi,” ujarnya di Parlemen.

Datuk Seri Redzuan menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen Barisan Nasional Shahidan Kassim, yang meminta pemerintah untuk menjelaskan mengapa belum menegakkan MCO meskipun ada peningkatan kasus virus corona, terutama di Sabah dan beberapa zona merah lainnya di semenanjung.

Mr Redzuan, bagaimanapun, menambahkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan pergerakan yang ketat lagi jika tingkat infeksi melebihi tingkat pemulihan.

“Pemerintah lebih cenderung menerapkan tipe kontrol yang seimbang,” katanya, mengacu pada tindakan yang mengandung virus sambil memastikan keberlanjutan mata pencaharian.

“Ini termasuk mendidik masyarakat untuk merangkul normal baru, seperti berolahraga menjaga jarak dan menjaga kebersihan seperti sering membersihkan tangan menggunakan sabun atau sanitiser,” tambahnya.

Kasus baru telah mencapai empat digit dalam beberapa hari sejak 24 Oktober, dengan sebagian besar infeksi dilaporkan masih dari negara bagian Kalimantan.

Pada Rabu (4 November), Sabah mencatat 646 kasus baru Covid-19, sehingga jumlah total infeksi di negara bagian itu menjadi 17.519, yang merupakan 62,6 persen dari angka keseluruhan. Korban tewas kumulatifnya adalah 138.

Sabah akan mengadakan pemilihan sela di Batu Sapi pada 5 Desember, setelah kematian anggota parlemen dari oposisi negara bagian Liew Vui Keong. Sarawak, yang mengadakan pemilihan negara bagiannya setiap lima tahun secara terpisah dari pemilihan umum, juga akan mengadakan pemilihan berikutnya di pertengahan tahun 2021.

Menteri Hukum de facto Takiyuddin Hassan juga mengatakan pada hari Kamis bahwa keadaan darurat dapat diberlakukan di Sabah dan Sarawak untuk menunda pemilihan jika wabah virus korona semakin meningkat.

“Kalau memang diperlukan, pemerintah mungkin akan mempertimbangkannya. Dari segi konstitusi, bisa dilakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan Pasal 150 dari konstitusi federal menyatakan bahwa Raja memiliki kekuasaan untuk mengumumkan keadaan darurat di seluruh negara atau sebagian darinya.

Dia menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen Pakatan Harapan Hassan Karim, yang menanyakan apakah pemerintah berencana untuk bertemu dengan Sultan Abdullah Ahmad Shah lagi untuk meminta agar keadaan darurat diumumkan di daerah tertentu seperti Batu Sapi dan Sarawak.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada 23 Oktober telah mencari kekuatan darurat tetapi permintaan kontroversial tersebut ditolak oleh Raja.

Meskipun menolak proposal Tan Sri Muhyiddin, Sultan Abdullah Alam Shah telah memerintahkan para politisi untuk berhenti merusak stabilitas pemerintah di tengah pandemi virus korona, yang menurut penguasa ditangani dengan baik oleh pemerintahan Muhyiddin.


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author