Serikat pekerja akan protes massa jika Jokowi menandatangani undang-undang ketenagakerjaan baru, SE Asia News & Top Stories

Serikat pekerja akan protes massa jika Jokowi menandatangani undang-undang ketenagakerjaan baru, SE Asia News & Top Stories


JAKARTA • Buruh Indonesia akan menggelar protes massal lebih lanjut di seluruh negeri jika Presiden Joko Widodo menandatangani undang-undang ketenagakerjaan baru minggu depan, kata ketua kelompok buruh utama kemarin.

“Eksploitasi tenaga kerja yang kami lawan,” kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal. “Kami siap untuk berdialog, bahkan siap untuk debat jika perlu dalam audiensi publik yang terbuka.”

Undang-undang ketenagakerjaan andalan, revisi lebih dari 70 undang-undang yang ada yang disahkan oleh Parlemen pada 5 Oktober, dirancang untuk menghilangkan hambatan lama dalam menjalankan bisnis dengan memotong birokrasi, melonggarkan pembatasan investasi asing, dan meningkatkan daya saing pasar tenaga kerja.

Pemerintah mengatakan itu akan mengarah pada penciptaan lapangan kerja yang luas.

Tetapi serikat pekerja, kelompok mahasiswa, akademisi dan kelompok masyarakat sipil mengatakan undang-undang tersebut merugikan perlindungan bagi pekerja, termasuk mereka yang memiliki upah minimum, pesangon dan tunjangan melahirkan, dan melemahkan perlindungan lingkungan.

Ratusan ribu orang Indonesia telah turun ke jalan di seluruh nusantara dalam beberapa pekan terakhir, yang berpuncak pada kekerasan sporadis dan ribuan penangkapan, saat mereka memprotes tindakan tersebut.

Jika Presiden, yang lebih dikenal sebagai Jokowi, menandatangani undang-undang tersebut, seperti yang diharapkan, pada hari Rabu, serikat pekerja akan menggelar protes “nasional besar-besaran” Minggu depan, berpusat di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi di ibu kota Jakarta, kata Iqbal. konferensi pers virtual.

Puluhan ribu diharapkan berkumpul di Jakarta dan ratusan ribu lainnya di seluruh negeri, katanya. Juru bicara kantor Joko, Polda Metro Jaya, dan Kementerian Ekonomi Indonesia tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Serikat pekerja mengatakan mereka berencana untuk menantang konstitusionalitas undang-undang yang mereka klaim akan segera menjadi undang-undang dalam keadaan yang tidak jelas.

Kata Pak Iqbal: “Kami akan (memfokuskan) protes kami di Istana Negara dan gedung Mahkamah Konstitusi, dan pada saat yang sama mengajukan petisi untuk peninjauan kembali.”

Serikat pekerja akan melanjutkan “protes kami sampai kami menang dan Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusannya”, tambahnya.

REUTERS, THE JAKARTA POST / ASIA NEWS NETWORK


Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

About the author